1. Salam Pembuka
Ada baiknya e-mail yang dikirimkan disertai dengan salam
pembuka. Salam pembuka dapat berupa formal ataupun tiodak formal, tergantung
penerima e-mail. Salam pembuka kepada teman, guru, orang yang pantas dihormati
tentu saja berbeda.
2. Langsung ke pokok permasalahan
Membaca e-mail yang terlalu panjang dapat membosankan. Karena
itu, usahakan agar e-mail yang kita tulis tepat pada sasaran dan tidak
bertele-tele, sehingga tidak terlalu panjang.
3. Selalu gunakan subjek atau judul yang sesuai
Subjek atau judul yang sesuai akan memudahkan penerima e-mail
menangkap informasi yang ingin kita sampaikan karena judul e-mail akan langsung
membuka pikirann penerima akan topic yang kita bahas.
4. Hormati privasi orang lain
Hormati juga alamat
e-mail mereka. Bila kita sedang mengirimkan e-mail ke sejumlah orang
yang mungkin satu sama lain tidak saling kenal, gunakan “BCC” atau “Blind Carbon
Copy” agar alamat-alamat email mereka tidak saling diketahui. Sebagian orang
tidak suka kalau alamat e-mailnya kita berikan kepada orang lain sekalipun
tidak sengaja.
5. Gunakan huruf besar seperlunya
Dalam menulis e-mail, kita tidak boleh menggunakan huruf
besar semua. Menulis dengan mengaktifkan huruf besar (tombol Caps Lock) dapat
diartikan sebagai pertanda kemarahan atau kita sedang berteriak-teriak. Karena itu
gunakan huruf besar seperlunya.
6. Hati-hati bila menggunakan singkatan dan ikon emosi
Kita perlu berhati-hati menggunakan singkatan-singkatan dan
ikon emosi (emoticon). Belum tetu penerima e-mail mengerti apa yang kita
maksudkan. Terlebih jika kita mengirimkan e-mail untuk urusan resmi. Kesalahan pengertian
dari penerima e-mail akan merugikan kita sendiri.
No comments:
Post a Comment